User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Mungkin Anda tidak familiar dengan nama Munehisa Homma, tapi saya yakin setiap trader pasti pernah menggunakan ciptaannya. Munehisa Homma adalah pencipta Japanese Candlestick. Ia boleh dianggap sebagai bapak dari "price action trading" dan "sentiment analysis". Sebagai pedagang beras terkemuka, ia dianggap sebagai "God of Trading" atau "Dewa Trading" di jamannya. Ia hidup pada era 1724-1803. Jika hanya setengah dari legenda tentangnya benar, maka ia adalah salah satu trader terhebat dalam sejarah dan kita bisa belajar banyak darinya. Simak artikel berikut

Munehisa Homma - Father of Candlestick Chart


Kisah hidup Munehisa Homma
Munehisa Homma, juga dikenal sebagai Sokyu Homma atau Sokyu Honma. Nama Homma merupakan nama keluarganya. Ia hidup di era 1724-1803. Ia adalah pedagang beras dari Sakata, Jepang. Munehisa memperdagangkan beras di pasar beras Dojima di Osaka selama pemerintahan Shogun Tokugawa.

Sampai sekitar tahun 1710, Jepang hanya memperdagangkan beras fisik tapi kemudian pasar berjangka muncul. Pada pasar berjangka ini digunakan kupon, untuk membeli beras pada waktu mendatang. Sejak bergulir sistem pasar berjangka inilah, karir Munehisa berkembang.

Munehisa dikabarkan telah menghasilkan sekitar $10 milyar dollar dengan trading di pasar beras Jepang. Nilai uang tersebut adalah yang didapatkan Munehisa bila dinilai dengan uang masa ini. Bahkan, saking terampilnya Munehisa sehingga ia diangkat sebagai penasihat keuangan penting untuk pemerintah Jepang pada saat itu. Kemudian diangkat ke peringkat terhormat yaitu Samurai. Rumor mengatakan bahwa ia pernah memiliki 100 trading yang menguntungkan berturut-turut. Entah itu dilebih-lebihkan atau tidak tapi jelas bahwa Munehisa merupakan legenda trading pada jamannya

 

Strategi trading Munehisa Homma
Munehisa mencatat pergerakan harga di pasar beras di atas kertas yang terbuat dari tanaman padi. Dia dengan susah payah mencatat pola harga beras di atas kertas setiap hari, mencatat setiap harga pembukaan, tertinggi, terendah dan penutupan setiap hari. Munehisa mulai melihat pola harga yang berulang digambarnya dan mulai memberi mereka nama. Anda mungkin sekarang akrab dengan penamaan pola Candlestick seperti Doji, Marubozu dan lain sebagainya. Munehisa mulai menggunakan pola-pola ini untuk memprediksi harga beras di masa depan. Penemuan pola pergerakan harga ini memberi Munehisa keuntungan besar dibandingkan trader lain pada zamannya. Dikombinasikan dengan semangat dan keterampilan, keuntungan yang didapat menjadikannya salah satu trader paling sukses yang pernah ada.

Muhenisa Homma Candle

Munehisa tidak cuma mengandalkan pergerakan harga dalam bentuk candlestick. Ia diceritakan mendirikan sebuah jaringan pribadi berupa informan di setiap 6 km antara Sakata dan Osaka (yang berjarak sekitar 600 km) untuk mengkomunikasikan harga pasar. Sehingga ia dengan cepat mendapatkan info terbaru tentang harga beras.

Sang Dewa Trading juga menulis buku berjudul "The Fountain of Gold - The Three Monkey Record of Money" pada tahun 1755. Di buku tersebut ia mengatakan bahwa aspek psikologis pasar sangat penting untuk keberhasilan trading dan emosi trader memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga beras. Dia mencatat bahwa psikologi pasar ini dapat digunakan untuk memposisikan diri terhadap pasar. Dengan kata lain, Muhenisa adalah trader pertama yang menyadari bahwa dengan melacak pergerakan harga di pasar, ia bisa "melihat" perilaku psikologis pelaku pasar lainnya, dan memanfaatkannya. Bayangkan, ini terjadi pada tahun 1700-an. Sekitar lebih dari dua ratus tahun lalu.

Pola candlesticknya yang dijelaskan dalam bukunya kemudian dikenal sebagai "Sakata Rules". Aturan ini menjadi dasar candlestick modern.

Munehisa tergolong sebagai contrarian trader. Di dalam bukunya ia menulis bagaimana ia mengambil keuntungan dari kondisi psikologis pelaku pasar lain. Ia mengambil posisi melawan pasar ketika semua pelaku pasar sedang bearish, karena ada alasan harga untuk naik. Demikian juga sebaliknya.

Ia juga menjelaskan tentang rotasi Yang (pasar bullish), dan Yin (pasar bearish). Ia juga dikabarkan menggunakan cuaca dan volume pasar disamping pergerakan harga dalam menentukan posisi perdagangan.

 

Apa yang bisa dipelajari dari Munehisa Homma
Munehisa Homma termasuk trader yang komplet. Ia membaca pergerakan harga dan volume, sekaligus mempertimbangkan faktor fundamental (cuaca). Ia juga memiliki akses informasi yang cepat dengan menempatkan informan di sepanjang jalan kota.

Kalau dilihat di jaman dahulu Munehisa tidak mempergunakan indikator atau tools canggih seperti jaman sekarang. Ia cuma mempergunakan pergerakan harga dalam bentuk candlestick dan bisa sukses sebagai trader beras kenamaan di jamannya. Ini sudah dilakukannya sejak lebih dari 200 tahun yang lalu. Kalau Munehisa masih hidup dan melihat bagaimana trader jaman sekarang melakukan trading menggunakan beragam indikator yang aneh-aneh, mungkin ia muntah darah saking mualnya.

Munehisa adalah bukti nyata dalam sejarah, bahwa seseorang bisa trading menggunakan pengamatan pergerakan harga secara sederhana. Dan bisa menjadi trader tersukses dalam sejarah.

 

Bila Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang penggunaan Japanese Candlestick, disarankan untuk membaca buku Analisis Teknikal Untuk Profit Maksimal
Buku ini terbilang lengkap dalam membahas Japanese Candlestick dan berbagai pola candlestick seperti yang digunakan Muhenisa Homma

diolah dari berbagai sumber. Semoga artikel ini bermanfaat