User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Saham gorengan memang kerap menjadi perbincangan. Banyak investor saham yang untung besar dari saham gorengan, tapi banyak juga yang rugi besar karenanya. Sebenarnya apakah saham gorengan itu? Apa ciri-ciri saham gorengan? Apa saja risiko membeli saham gorengan?

Mengenal Saham Gorengan - Pahami Ciri-Ciri dan Risikonya

Apa Itu Saham Gorengan?

Saham gorengan adalah sebutan untuk saham yang pergerakan sahamnya dipercaya merupakan hasil rekayasa. Pergerakan harga saham gorengan bisa sangat fluktuatif. Harganya bisa naik sangat tinggi, tapi juga bisa turun sangat tajam tanpa sebab. Pergerakan harga saham gorengan tersebut karena ulah "bandar" yang merekayasa atau menggoreng saham tersebut. Bandar di sini bisa merujuk pada seseorang atau institusi yang memiliki modal kuat.

Saham gorengan juga sering disebut sebagai saham receh, karena biasanya harganya murah meriah. Di luar negeri disebut sebagai penny stocks. Istilah ini mengacu pada saham yang harganya di bawah $1. Penny adalah koin 1 sen di Amerika Serikat. Nilai 1 penny atau 1 sen adalah 1/100 dollar.

 

Dari Mana Asal Usul Istilah Saham Gorengan?

Kata gorengan biasanya dipakai untuk menyebut makanan yang gurih, renyah, digoreng menggunakan minyak. Enaknya dimakan saat panas. Tapi sebentar saja sudah dingin, menjadi lembek dan tidak enak. Saham gorengan juga mirip seperti itu. Waktu sedang digoreng, saham bisa sangat menarik hati, naik terus, tapi dengan cepat bisa berbalik anjlok. Makan gorengan dapat membuat kolesterol tinggi. Membeli saham gorengan juga punya kolesterolnya sendiri, yaitu risiko tinggi. Istilah saham gorengan sebenarnya muncul dari obrolan para investor dan trader, yang kemudian dipakai secara luas sampai saat ini.

 

Apa Ciri-Ciri Saham Gorengan?

  • Harga nominalnya murah, biasanya di bawah Rp 1000 per lembar. Umumnya saham third liner atau second liner. Semakin kecil harganya, semakin mudah untuk digoreng sahamnya
  • Kapitalisasi pasarnya kecil. Kapitalisasi pasar adalah nilai total saham di pasar, dhitung dari harga saham dikali jumlah saham beredar. Semakin kecil kapitalisasi pasarnya, semakin mudah digoreng sahamnya
  • Tidak likuid. Umumnya saham gorengan tidak likuid (jarang ditransaksikan). Hanya ramai kalau sedang digoreng.
  • Fundamental emiten biasanya jelek atau tidak jelas.

 

Kelebihan Membeli Saham Gorengan

  • Potensi profit sangat tinggi. Bisa profit hingga puluhan sampai ratusan persen dalam waktu singkat
  • Selalu ada peluang. Saham blue chip biasanya hanya bisa memberi profit saat pasar saham bullish. Tetapi saham gorengan bisa memberi peluang untuk profit baik saat saham bullish atau bearish. Selalu saja ada saham gorengan yang naik. Tinggal kita pintar-pintar mencarinya.
  • Tidak perlu modal besar. Kebanyakan saham gorengan harganya murah meriah, jadi cukup dana kecil saja sudah bisa trading saham gorengan.
  • Tidak perlu menunggu lama. Pergerakan saham gorengan sangat cepat. Jadi tidak perlu waktu lama, profit bisa didapat dalam hitungan jam, menit bahkan kadang detik.

 

Kekurangan Membeli Saham Gorengan

  • Potensi risiko sangat tinggi. Sesuai prinsip High Risk, High Return. Jika tidak hati-hati, bisa rugi besar.
  • Perlu kemampuan tinggi. Tidak sembarang trader bisa sukses trading saham gorengan. Harus memiliki Sistem Trading, Manajemen Uang yang kuat, dan juga Psikologi Trading yang stabil. Jika tidak punya semuanya, sulit untuk sukses.

 

Seberapa Besar Risiko Membeli Saham Gorengan?

Seperti sudah diinfokan sebelumnya, saham gorengan memiliki risiko yang sangat tinggi. Berikut adalah beberapa risiko yang bisa terjadi bila membeli saham gorengan:

  • Rugi hingga puluhan persen. Hal ini disebabkan volatilitas harga yang sangat tinggi. Saham gorengan gampang naik, juga gampang turun secara tiba-tiba.
  • ARB berjilid-jilid. Saham gorengan bisa tiba-tiba anjlok langsung di harga ARB (Auto Rejection Bawah). Bisa beli sahamnya, tapi tidak bisa jual sama sekali. ARB kadang bisa terjadi berkali-kali
  • Harga bisa anjlok sampai batas bawah yaitu Rp 50 alias menjadi anggota saham gocap
  • Saham disuspensi. Bisa beli sahamnya, tapi tidak bisa jual sahamnya. Suspensi tergantung permasalahannya, bisa sebentar bisa lama sampai bertahun-tahun. Artinya ada opportunity cost karena uang mandek
  • Saham menjadi saham tidur. Bisa tidak bergerak bertahun-tahun lamanya.
  • Perusahaan bermasalah, bangkrut, lalu delisting. Saham menjadi tidak ada harganya sama sekali.

Membeli saham gorengan risikonya sangat tinggi

 

Apakah Saham Gorengan Perlu Dihindari?

Jawabannya tergantung pada posisi Anda sekarang:

  • Jika Anda investor saham pemula, maka saham gorengan termasuk salah satu dari 4 hal berbahaya yang harus dihindari.
  • Jika Anda investor saham jangka panjang, maka lewatkan saja saham gorengan. Umumnya fundamental perusahaannya tidak akan memenuhi syarat. Sangat tidak perlu saham busuk masuk ke dalam portofolio investasi
  • Jika Anda trader yang ingin trading sehat dan santai, sebaiknya hindari saham gorengan. Bisa bikin jantungan.
  • Jika Anda trader yang cukup berpengalaman dan ingin mencoba trading saham gorengan, silakan mencoba. Ada juga koq, trader sukses yang khusus trading saham gorengan, walaupun jumlahnya memang tidak banyak. Tapi perlu diingat, bahwa trading saham gorengan itu tidak mudah dan perlu kemampuan trading tinggi. Selalu hati-hati bila trading saham gorengan.

Semoga artikel ini bermanfaat