User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Harga saham tidak bisa seenaknya naik dan turun. Ada aturan Auto Rejection yang mengikat pergerakan harga saham setiap harinya. Artikel ini akan membahas tentang aturan Auto Rejection dengan lengkap.

Apa Itu Auto Rejection?

Auto Rejection adalah aturan yang menentukan batas maksimum kenaikan dan penurunan suatu harga saham setiap harinya. Harga penawaran jual dan atau permintaan beli saham yang bisa dimasukkan adalah harga penawaran yang masih berada di dalam rentang harga tertentu. Bila order harga sudah melebih batas harga tersebut, maka secara otomatis akan ditolak oleh sistem (Auto Rejection).

 

Apa Saja Jenis Auto Rejection?

Ada dua jenis Auto Rejection:

  1. Auto Rejection Atas atau sering disebut ARA yaitu batas kenaikan maksimum harga saham di hari tersebut.
  2. Auto Rejection Bawah atau sering disebut ARB yaitu batas penurunan maksimum harga saham di hari tersebut.

 

Auto Rejection Simetris Dan Asimetris

Penetapan Auto Rejection bisa menggunakan salah satu dari dua macam sistem berikut:

  1. Auto Rejection Simetris yaitu apabila besarnya persentase ARA dan ARB sama besarnya
  2. Auto Rejection Asimetris yaitu apabila besarnya persentase ARA dan ARB tidak sama besarnya

Umumnya di pasar saham berlaku Auto Rejection Simetris. Namun, pada saat pasar saham dalam situasi tidak normal, BEI bisa memberlakukan Auto Rejection Asimetris. Contohnya seperti yang terjadi saat pandemi Covid-19 berlaku Auto Rejection Asimetris.

 

Aturan Auto Rejection Saham Yang Berlaku Saat Ini

Berikut adalah aturan Auto Rejection yang berlaku saat ini di pasar saham:

  1. Untuk kelompok harga saham di bawah Rp 200, batas kenaikan maksimum adalah 35% dan batas penurunan maksimum adalah 7%
  2. Untuk kelompok harga saham Rp 200 sd Rp 5.000, batas kenaikan maksimum adalah 25% dan batas penurunan maksimum adalah 7%
  3. Untuk kelompok harga saham di atas Rp 5.000, batas kenaikan maksimum adalah 20% dan batas penurunan maksimum adalah 7%
  4. Selain itu, order akan otomatis ditolak bila harga penawaran jual atau penawaran beli saham lebih kecil dari Rp 50. Dengan kata lain, di pasar reguler saham, kita tidak bisa membeli atau menjual saham pada harga di bawah Rp 50.

Aturan Auto Rejection Saham - Auto Rejection Atas ARA dan Auto Rejection Bawah ARB

 

Contoh Penerapan Auto Rejection

Contohnya harga saham BMRI kemarin ditutup di Rp 6.000. Maka, saham BMRI masuk dalam kelompok harga di atas Rp 5.000. Dengan demikian harga saham BMRI di hari ini, bisa naik sampai maksimal Rp 7.200 (ARA 20%) atau turun sampai maksimal Rp 5.600 (ARB 7%).

Perhatikan bahwa batas Auto Rejection selalu dhitung ulang setiap harinya, sehingga selalu berubah-ubah.

 

Auto Rejection Untuk Saham IPO

Penerapan Auto Rejection untuk perdagangan saham hasil penawaran umum atau IPO yang listing untuk pertama kalinya di bursa (perdagangan perdana), ditetapkan sebesar 2 (dua) kali dari persentase batasan Auto Rejection di atas.

Misalnya ada saham IPO yang melantai perdana di bursa di harga perdana Rp 100. Saham tersebut masuk kelompok saham di bawah Rp 200. Maka batas atas khusus untuk hari perdana tersebut menjadi 2 x 35%. Sehingga harga saham tersebut bisa naik hingga 70% di hari pertama perdagangannya.

 

Auto Rejection Untuk Saham Akselerasi

Saham akselerasi memiliki aturan khusus pada Auto Rejection, yaitu untuk ARB 10% dan ARA 10%. Jadi harga saham papan akselerasi akan terkena Auto Rejection bila turun hingga 10% atau naik hingga 10%. Sedangkan batas terendah saham akselerasi adalah Rp 1.

Semoga artikel ini bermanfaat