User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Ada banyak sekali pilihan time frame untuk trading, mulai dari M1, M5, M15, M30, H1, H4, D1, W1, dan M1. Permasalahan yang sering dihadapi oleh trader pemula adalah memilih time frame untuk trading. Mereka sering bingung. Time frame mana paling menguntungkan? Time frame mana yang sebaiknya dipilih? Baca artikel ini untuk mengetahui jawabannya.

Memilih time frame untuk trading

Apa Itu Time Frame?

Time frame dalam trading merujuk pada penggalan periode waktu yang digunakan oleh seorang trader untuk melakukan suatu trading. Penggalan periode waktu ini bervariasi, mulai dari beberapa menit sampai beberapa hari, minggu, atau bulan.

 

Ada Berapa Jenis Time Frame?

Ada beberapa pilihan time frame yang bisa digunakan dalam trading, yaitu:

  • M1 (Minute, atau 1 menit)
  • M5 (5 menit)
  • M15 (15 menit)
  • M30 (30 menit)
  • H1 (Hourly, atau 1 jam)
  • H4 (4 jam)
  • D1 (Daily atau 1 hari)
  • W1 (Weekly, atau 1 minggu)
  • M1 (Monthly, atau 1 bulan)

Contohnya M1, artinya grafik harga ditampilkan setiap periode 1 menit. Jadi 1 candle dalam time frame M1 menunjukkan pergerakan harga dalam waktu 1 menit.

Selain time frame standar di atas, beberapa software online trading juga bisa menyediakan time frame kustom, yang bisa kita tentukan sendiri.

 

Apa Konsekuensi Pemilihan Time Frame?

Time frame yang dipilih akan mempengaruhi beberapa hal tentang trading:

  1. Durasi trading, yaitu berapa lama suatu trading dilakukan. Sebagai contoh jika kita menggunakan time frame H1, berarti setidaknya trading diharapkan berlangsung selama 1 jam sampai beberapa jam, bahkan bisa puluhan jam. Semakin panjang time frame yang dipilih berarti semakin panjang pula durasi trading yang terjadi. Memilih time frame sebenarnya kita memilih mau trading berapa lama.
  2. Frekuensi trading, yaitu berapa banyak seorang trader melakukan trading. Bila trader memilih time frame pendek, tentu saja akan lebih sering keluar masuk pasar
  3. Waktu, yaitu berapa banyak waktu yang perlu disediakan untuk trading. Trader yang ingin santai, sebaiknya memilih time frame yang lebih panjang
  4. Potensi kerugian, yaitu berapa banyak modal di akun trading bisa turun. Trader yang menggunakan time frame lebih panjang akan mengalami floating loss yang lebih besar daripada menggunakan time frame yang lebih pendek. Hal ini dapat dimaklumi karena potensi profitnya juga cenderung lebih besar.

 

Time Frame Mana Yang Paling Menguntungkan?

Pada prinsipnya setiap time frame bisa menguntungkan. Peluang trading bisa muncul di time frame mana saja. Jika dilakukan dengan benar dan disiplin, trading yang memberi profit bisa dilakukan di time frame mana pun. Tinggal kita yang menentukan, mau menggunakan time frame yang mana.


Time Frame Mana Yang Sebaiknya Dipilih?

Seorang trader sebaiknya memilih time frame yang sesuai dengan gaya tradingnya masing-masing. Jadi sebelum memilih time frame, sebaiknya seorang trader sudah menentukan gaya tradingnya.

Memilih time frame yang sesuai dengan gaya trading akan memperbesar peluang terjadinya kinerja trading yang baik, karena adanya kecocokan. Berikut adalah time frame yang disarankan untuk masing-masing gaya trading:

  1. Scalping. Time frame yang disarankan adalah M1-M5
  2. Day Trading. Time frame yang disarankan adalah M15 sampai H1
  3. Swing Trading. Time frame yang disarankan adalah H4 sampai D1
  4. Position Trading. Time frame yang disarankan adalah D1 sampai W1

Time frame di atas adalah yang disarankan. Silakan disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan trading masing-masing.

Time frame untuk trading yang disarankan

 

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Trader Dalam Menggunakan Time Frame

Ada kesalahan fatal yang sering dilakukan trader, terkait dengan penggunaan time frame, yaitu suka melirik time frame lain. Kondisi trend di tiap time frame bisa berbeda. Hal ini bisa menyebabkan keputusan trading yang salah. Banyak trader mencari pembenaran trading yang rugi di time frame lain. Hal ini bisa menyebabkan kerugian bertambah parah.

Melirik time frame lain juga bisa menyebabkan profit yang didapat tidak maksimal. Misalnya seorang trader membuka posisi di D1, saat harga turun, ia khawatir. Kemudian ia melihat chart di H1 trend sudah patah. Ia buru-buru menutup posisi, padahal trend di D1 belum patah. Ternyata harga kembali rally. Akhirnya ia kehilangan kesempatan untuk mendapatkan profit maksimal

 

Apa Itu Multiple Time Frame?

Multiple Time Frame adalah cara trading yang menggunakan beberapa chart dengan time frame berbeda. Bisa dua atau tiga chart.

  • Multiple Time Frame dengan dua chart, biasanya satu chart digunakan untuk mendeteksi trend utama, sedangkan chart lainnya untuk timing masuk keluar pasar.
  • Multiple Time Frame dengan tiga chart, biasanya chart pertama digunakan untuk mendeteksi trend utama, chart kedua untuk mendeteksi trend sekunder, sedangkan chart terakhir untuk timing masuk keluar pasar.

Keuntungan penggunaan Multi Time Frame adalah kita bisa trading mengikuti trend yang lebih panjang, dan masuk keluar pasar menggunakan trend yang lebih kecil.

 

Perlukah Menggunakan Multiple Time Frame?

Penggunaan Multiple Time Frame untuk trading membutuhkan ketrampilan dan pengalaman. Tidak semua orang bisa menggunakan. Yang tidak terbiasa malah jadi bingung. Untuk pemula, saya lebih menyarankan menggunakan satu time frame saja untuk trading. Setelah cukup pengalaman, silakan saja menggunakan Multiple Time Frame

Pembahasan lebih lanjut tentang time frame dan multiple time frame trading bisa dibaca di buku Sistem Trading Profit Konsisten

Semoga artikel ini bermanfaat