Belajar Trading Dari Richard Dennis

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Richard J Dennis memulai karirnya sebagai pialang pada usia 17 tahun di Chicago Mercantile Exchange dengan upah sebesar $1,6 per jam. Akhirnya ia bisa menjadi trader sukses yang memiliki julukan "The Prince of The Pit". Ia menghasilkan 200 juta USD dalam waktu 10 tahun. Dennis juga terkenal karena eksperimennya melatih 23 orang tidak berpengalaman menjadi trader sukses. Kisah tentang eksperimen tersebut bisa dibaca di artikel Turtle Trading: Seseorang Bisa Dilatih Menjadi Trader Sukses. Apa yang bisa kita pelajari tentang trading dari Richard Dennis?

Richard Dennis


Kisah Hidup Richard Dennis
Richard J. Dennis lahir di Chicago, pada bulan Januari 1949. Awal karir Dennis dimulai sebagai pialang di Chicago Mercantile Exchange pada usia 17 tahun. Gajinya saat itu $1,6 per jam. Beberapa tahun kemudian, ia mulai trading menggunakan account sendiri.

Pada awal 1970-an, ia meminjam $1600 dari keluarganya. Awalnya rugi $1200, hingga tersisa hanya $400. Kemudian ia berhasil meningkatkan akunnya menjadi $ 3.000. Pada tahun 1973 menjadi lebih dari $ 100.000. Dia membuat keuntungan sebesar $ 500.000 dari trading kedelai pada tahun 1974. Pada tahun tersebut ia menjadi jutawan, pada usia 26 tahun. Pada tahun 80-an ia sudah mendapatkan $ 200 juta dalam sepuluh tahun di trading komoditas.

Richard Dennis adalah legenda di kalangan trader Chicago. Ia diberi julukan "The Prince of The Pit". The pit merujuk pada sebutan lantai perdagangan di Chicago Merchantile Exchange. Kisah Richard Dennis adalah kisah sukses besar yang memotivasi trader muda.

Pada tahun 1980-an, Dennis membuat eksperimen untuk membuktikan bahwa seorang yang tidak berpengalaman bisa dilatih menjadi trader sukses. Ia melatih 23 orang yang tidak berpegalaman dengan berbagai teknik tradingnya. Murid-muridnya dinamakan "turtle". Dennis pernah berkunjung ke peternakan kura-kura di Singapura. Ia berpikir bisa mengembangkan trader secara efisien dan cepat seperti kura-kura yang diternakkan. Eksperimen tersebut berhasil, dan banyak dari muridnya yang menjadi trader sukses. Kisah Turtle Trading: Seseorang Bisa Dilatih Menjadi Trader Sukses bisa dibaca di sini.

Dennis mundur dari trading pada tahun 1988 setelah kliennya mengalami kerugian besar. Dalam tragedi Black Monday pasar saham tahun 1987, ia dilaporkan rugi $ 10 juta, dengan total $ 50 juta dilaporkan lenyap di antara tahun 1987-1988. Pada tahun 1990 perusahaannya mendapatkan keluhan investor atas kegagalannya untuk mengikuti aturan sendiri. Ia kembali trading, tapi akhirnya menutup perusahaannya setelah mengalami kerugian pada tahun 2000.

 

Apa yang bisa kita pelajari tentang trading dari Richard Dennis?
Richard Dennis mengalami banyak kesuksesan di awal karirnya. Sayangnya berakhir kurang berhasil di ujung karirnya. Tapi setidaknya ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari Richard Dennis.

  1. Gaya Trading Richard Dennis: Memegang posisi dalam jangka menengah
  2. Filosofi tradingnya: Follow The Trend
  3. Manajemen risiko yang dilakukan: Disiplin. Ketika sudah rugi 10%, ia segera keluar dari pasar
  4. Apa yang membuatnya sukses: Tidak emosional dalam pengambilan keputusan

 

Richard Dennis Quotes:

  • The key is consistency and discipline. Almost anybody can make up a list of rules that are 80% as good as what we taught. What they can’t do is give people the confidence to stick to those rules even when things are going bad.
  • For a lot of traders, it doesn´t matter so much whether their first big trade is successful or not, but whether their first big profit is on the long or the short side. Those people tend to be perennial bulls or bears, and that is very bad. Both sides have to be equally OK.
  • When you have a destabilizing loss, get out, go home, take a nap, do something, but put a little time between that and your next decision.
  • We are going to grow traders just like they grow turtles in Singapore.
  • You have to minimize your losses and try to preserve capital for those few instances when you can make a lot in a very short period of time.
  • I always say that you could publish your trading rules in the newspaper and no one would follow them. The key is consistency and discipline.
  • I would write down observations and think about them. I thought about everything I was doing.
  • I could trade without knowing the name of the market.
  • Whatever method you use to enter trades, the most critical thing is that if there is a major trend, your approach should assure that you get in that trend.

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com