Tips Trading Saat Pasar Saham Bearish

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Saat pasar saham bullish, kebanyakan trader mudah mendapatkan keuntungan. Bahkan ada yang merasa sakti, merasa seperti Raja Midas yang trading apapun bisa menghasilkan profit. Namun tidak selamanya pasar saham bullish. Suka atau tidak suka, sebagai trader sekali waktu kita akan menghadapi pasar saham yang sedang bearish. Pasar saham bearish artinya harga-harga saham cenderung bergerak turun. Saat pasar saham sedang cenderung turun artinya peluang kita untuk mendapatkan profit juga mengecil. Karena itu kita membutuhkan strategi trading yang berbeda saat pasar saham bearish. Berikut adalah berbagai tips trading saat pasar saham bearish.

Tips Trading Saat Pasar Saham Bearish

Trading di pasar saham yang sedang bearish itu artinya kita melawan arus. Bagaikan naik motor melawan arus lalu lintas. Potensi tertabraknya sangat besar. Trading di pasar saham yang cenderung turun juga potensi ruginya cukup besar. Karena itu kita harus mempersiapkan diri dengan baik. Berikut adalah tips untuk trading di pasar saham yang sedang bearish:

1. Jangan sekedar menangkap pisau jatuh
Biasanya trader tergoda membeli saat harga saham jatuh sangat dalam. Di dalam pikirannya ia melihat potensi rebound. Padahal ingat pasar saham sedang bearish. Artinya harga saham yang sudah turun banyak, bukan tidak mungkin masih bisa turun lagi. Gunakan konfirmasi pembalikan arah yang lebih valid, bisa menggunakan indikator, candlestick, atau news trading atau lainnya.

2. Jangan terlalu agresif
Di pasar saham yang bearish, bila sampai rugi bisa sangat menyesakkan. Untuk itu jangan terlalu agresif. Anda bisa mengurangi jumlah uang yang digunakan untuk trading. Hindari menggunakan margin terlalu besar. Bahkan sebaiknya tidak menggunakan margin yang disediakan broker sama sekali.

3. Disiplin cut loss
Cut loss adalah pengaman Anda bila harga saham turun makin dalam lagi. Jika keadaan sudah tidak menguntungkan, jangan ragu untuk cut loss.

4. Perhatikan psikologi trading
Kita sudah mengetahui bahwa emosi dan trading sangat berkaitan. Saat pasar saham bearish, justru emosi trader itu meningkat intensitasnya. Apalagi bila sedang dalam posisi rugi. Biasanya trader yang merugi ingin balas dendam. Sehingga malah mengambil posisi makin agresif yang justru bisa merugikan. Usahakan kepala tetap dingin.

5. Tidak perlu serakah
Biasanya saat pasar saham bearish, ada kalanya harga saham rebound. Tapi rebound yang terjadi biasanya juga terbatas kenaikannya. Atau sering dibilang dead cat bounce. Karena itu disarankan tidak perlu serakah. Kalau sudah profit, walau sedikit segera jual.

6. Lakukan short term trading.
Umumnya saat pasar saham cenderung turun, kalau terjadi rebound juga terjadi dalam waktu singkat. Karena itu disarankan mengambil time frame jangka pendek untuk trading. Kadang menjadi day trader saat pasar saham bearish lebih menyenangkan, karena saat pasar saham tutup, posisi kita sudah clear dan tidak perlu khawatir bagaimana kondisi pasar saham keesokan harinya.

7. Kalau perlu pergilah liburan
Kadang strategi terbaik saat pasar saham bearish adalah stay away from the market. Apalagi bagi pemula. Tunggu sampai ada sinyal pembalikan arah, yaitu market kembali bullish, baru masuk lagi. Ambil cuti trading kalau perlu. Saat itulah, Anda bisa memperdalam ilmu trading Anda dengan belajar. Misalnya membaca buku untuk belajar trading saham . Nanti kalau market sudah membaik, tinggal mempraktikkan ilmu trading saham yang sudah dipelajari.

Semoga menginspirasi

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com