Mengapa Saya Tidak Menyarankan Trading Binary Option

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Siapapun bisa menghasilkan $1000 setiap hari. Itulah kalimat yang membuat banyak orang tergiur untuk mencoba trading binary option. Sepertinya mudah menghasilkan uang dari trading binary. Bagaimana kenyataannya? Artikel ini akan membahas tentang trading binary option, dan mengapa saya sangat tidak menganjurkannya.

Mengapa Saya Tidak Menyarankan Trading Binary Option

OPTION ASLI DAN OPTION ABAL-ABAL
Banyak orang menyamakan option yang asli (atau sering disebut dengan Regular Option atau Vanilla Option) dengan Binary Option (atau sering disebut dengan Exotic Option). Sama-sama mengandung kata option tapi keduanya berbeda.

Regular option biasanya digunakan oleh investor saham untuk melakukan hedging (lindung nilai) portofolio sahamnya. Regular option memiliki underlying asset, misalnya saham. Option adalah suatu kontrak untuk membeli atau menjual aset, misalnya saham di harga tertentu dan di waktu tertentu. Option ini bisa diperjualbelikan / ditradingkan.

Ada yang dinamakan Put Option dan Call Option. Perbedaannya sbb:

Misalnya investor memiliki saham Amazon, ia memprediksi harga saham berpotensi turun. Kemudian ia mengambil Put Option saham Amazon. Jika harga saham tersebut turun, ia mendapat untung dari Put Option, karena Put Option ini adalah hak untuk menjual saham di harga tertentu. Secara keseluruhannya nilai portofolio tidak berubah banyak.

Di lain waktu investor tersebut menjual saham Amazon, untuk berjaga-jaga dari kenaikan saham tersebut, ia mengambil Call Option. Jika harga saham tersebut naik, ia mendapat untung dari Call Option, karena Call Option ini adalah hak untuk membeli saham di harga tertentu.

Sedangkan yang marak saat ini di Indonesia yaitu Binary Option, sama sekali bukan option seperti Regular option. Binary option lebih merupakan akal-akalan pembuatnya untuk membuat instrumen trading menjadi berasa "option" dengan menggunakan embel-embel Put dan Call. Semua jenis instrumen trading berupa saham, forex, minyak, emas, komoditas, indeks, kripto, dll dibuat menjadi seperti berasa option. Put dan Call dijadikan pengganti istilah Sell dan Buy. Binary option tidak memiliki underlying asset sama sekali. Jadi Anda tidak dapat menggunakan option di sini untuk membeli aset.

 

BAGAIMANA CARA KERJA BINARY OPTION?
Binary option sesuai namanya cuma punya dua hasil: cuan atau uang habis. Makanya disebut binary (bi=dua). Jika kita memprediksi harga naik, maka pilih Call (Higher/Up). Sedangkan jika kita memprediksi harga turun maka pilih Put (Lower/Down).

Di binary option ada istilah Payout. Ini semacam cuan yang bisa didapat oleh tradernya. Angka Payout dalam persen, kisarannya 20% sd 80%, tapi selalu di bawah 100%

Misalnya Anda memprediksi harga naik, lalu mengambil posisi Call senilai $100. Misalnya Payout 60%. Maka bila harga benar-benar naik di level tertentu maka cuan Anda sebesar $100 * 60% = $60

Sebaliknya bila harga malah turun atau sampai waktu yang ditentukan harga tidak naik, maka Anda dianggap kalah (uang habis).

 

MENGAPA BANYAK ORANG TERTARIK PADA BINARY OPTION?
Banyak orang tertarik pada Binary Option selain iming-iming untung besar, juga karena terlihat sederhana. Perhatikan saja tampilan software Binary Option, sangat sederhana, seperti ujian yang cuma punya dua pilihan Benar atau Salah ("Buy atau Sell" / "Up atau Down" / "Higher atau Lower").

Contoh Binary Option Software Platform

Setelah itu tidak perlu mengatur apa-apa lagi. Tinggal nunggu dapat profit atau uang habis. Makanya banyak orang malas yang tertarik pada Binary Trading.

Pada praktiknya, kalau dilihat cara trading Binary Option ini cuma seperti judi "Besar - Kecil" atau "Ganjil - Genap".

 

MENGAPA SAYA TIDAK MENYARANKAN BINARY OPTION?
Banyak orang yang awam yang tidak menyadari bahwa Binary Option memiliki banyak hal yang justru merugikan. Karena berbagai hal ini saya sangat tidak menyarankan siapapun untuk trading Binary Option:

1. REGULASI
Bagi yang trading saham atau forex tentu tahu pentingnya regulasi dari broker. Broker saham atau forex yang legal tentunya harus diregulasi oleh badan pemerintah negaranya masing-masing. Kalau broker saham di Indonesia misalnya oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Kalau broker forex misalnya diregulasi oleh FCA (Inggris), ASIC (Australia), CFTC dan NFA (AS). Semua binary option tidak ada yang teregulasi di bawah institusi keuangan negara. Kalaupun mengakunya teregulasi, paling cuma di bawah organisasi non pemerintah tertentu atau di bawah organisasi judi. Tanpa didukung regulasi yang ketat dari pemerintah, biasanya ujung-ujungnya scam atau fraud.

Binary option dilarang di banyak negara sebagai bentuk perjudian. FBI dikabarkan sedang menyelidiki penipuan binary option di seluruh dunia. Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa (ESMA) telah melarang perdagangan binary option.

Pada 30 Januari 2018, Facebook melarang iklan untuk perdagangan binary option. Google dan Twitter mengumumkan larangan serupa di minggu-minggu berikutnya.

Boleh dibilang, di negara maju Binary Option itu tidak laku dan justru dilarang. Sekarang mengincar nasabah di dunia kedua atau dunia ketiga yang awam.

 

2. TRADING MELAWAN BROKER BINARY
Dalam saham, trader trading melawan trader lain. Demikian juga di forex (di broker bertipe NDD / Non Dealing Desk). Di sini broker hanya berfungsi sebagai perantara transaksi. Tetapi di Binary Option, trader selalu trading melawan brokernya sendiri. Seperti Anda datang ke kasino lalu berjudi melawan kasino itu sendiri (House). Tidak ada yang bisa menang melawan House. Mungkin sesekali bisa menang, tapi tidak dalam jangka panjang. House bisa berbuat apapun, karena ia yang mengontrol semuanya.

 

3. KEMAMPUAN MENGHASILKAN PROFIT DIKEBIRI
Masih ingat Payout di Binary Option? Dengan Payout yang minim, dibawah 100%, artinya kemampuan trader menghasilkan keuntungan dikebiri. Dengan demikian risiko yang diambil oleh trader Binary Option selalu lebih besar dari rewardnya. Rasio Risk To Reward di Binary Option selalu merugikan tradernya. Misal Payout 60%, berarti rasio Risk to Reward adalah 1 : 0,6. Mengorbankan 1 hanya untuk dapat 0,6 (kalau dapat).

Berbeda dengan trading saham atau forex dimana tidak ada batasan keuntungan yang bisa dihasilkan. Rasio Risk to Reward bisa 1:2 atau 1:3 atau 1:4 dan seterusnya.

Dengan rasio Risk to Reward di Binary Option yang seperti itu, dalam jangka panjang trader Binary Option akan cenderung mengalami kerugian.

 

4. KEMAMPUAN MENGATUR RISIKO DIKEBIRI
Trading saham atau forex bisa mengatur risikonya masing-masing. Bisa ambil proporsi risiko kecil dibanding modal, dengan pasang stop loss atau cut loss. Sebaliknya trader Binary Option tidak bisa melakukan hal tersebut. Risiko yang diambil selalu maksimal, artinya 100% uang yang dipakai buka posisi pasti habis kalau kalah.

 

5. FLEKSIBILITAS DIKEBIRI
Regular option memiliki waktu expired yang lama bisa berbulan-bulan. Tetapi di Binary Option waktu expirednya sangat singkat. Sehingga, harga jarang sampai ke level yang ditentukan broker sampai batas waktu expirednya. Artinya trader dipaksa trading jangka pendek. Masalahnya trading jangka pendek lebih berpeluang kalah daripada menang. Sementara di trading saham atau forex, kita bebas memilih trading dalam timeframe manapun. Boleh jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang sekalipun.

 

6. TIDAK BISA MENYELAMATKAN DIRI JIKA SALAH PREDIKSI
Trader saham atau forex, setelah membuka posisi bisa bertindak kalau misalnya pasar bergerak tidak sesuai harapannya. Ia bisa close posisi trading lebih awal, dengan kerugian minimal. Sebaliknya trader Binary Option tidak bisa melakukan apapun. Ia cuma bisa menunggu uangnya habis kalau pasar bergerak tidak sesuai harapannya.

 

 

Trader Binary Option itu ibarat maju perang di medan perang berbahaya (tidak teregulasi dengan baik), melawan musuh berkuasa (broker binary) yang senjatanya besar sekali (risiko), tapi senjatanya sendiri kecil mungil (reward). Dipaksa close combat (tidak fleksibel). Dan dirantai pula (tidak bisa lari kalau merasa kalah). Tidak ada kata ampun, kalah langsung mampus (uang habis semua).

Trader yang mengerti prinsip-prinsip trading yang benar tidak akan mau menyentuh Binary Option. Banyak orang menyebut dirinya trader Binary Option, tapi bila melihat karakteristik Binary Option, sebenarnya dia lebih mirip gambler daripada trader

Jika Anda pemula dan ingin mencoba trading, pilihan yang lebih waras adalah trading saham, bukan Binary Option. Yang mau membuka rekening saham, silakan mampir di sini

Yang saya salut pada Binary Option cuma satu, yaitu adalah kepintaran pembuatnya untuk membuat instrumen trading yang terlihat sederhana tapi sangat menjebak dan cuma menguntungkan pembuatnya.

Semoga artikel ini menginspirasi

Desmond Wira
http://www.juruscuan.com