Sebelum Memutuskan Menjadi Full Time Trader

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Ada yang tertarik menjadi full time trader atau menjalani trading for living? Menjadi full time trader memang magnet yang menarik, karena memiliki banyak kelebihan seperti bebas bekerja kapanpun, bisa menghasilkan uang dari trading saham, forex, emas atau lainnya dengan bekerja di rumah, tanpa perlu bermacet-macet ke kantor dan lain sebagainya. Bahkan ada yang begitu bersemangat sampai mau mengundurkan diri dari pekerjaan kantor dan menjadi full time trader. Faktanya, memang seseorang bisa menjadi full time trader. Saya sendiri juga seorang full time trader. Tapi, menjadi full time trader adalah keputusan yang sangat penting di dalam hidup, apalagi jika Anda sudah berkeluarga. Tidak semua orang bisa menjadi full time trader. Salah-salah keputusan menjadi full time trader malah berakibat bencana bagi hidup Anda. Karena itu sebelum berhenti kerja kantor dan memutuskan menjadi full time trader, sebaiknya Anda berpikir realistis dan menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini terlebih dahulu.

Sebelum Memutuskan Menjadi Full Time Trader - Trading For Living

Ada beberapa pertanyaan penting yang harus Anda jawab sebelum memutuskan menjadi full time trader (trader penuh waktu)

1. Apakah modal trading Anda sudah cukup besar?

Anda hanya bisa menjadi full time trader bila modal trading sudah cukup besar. Jika modal kurang, profit yang didapat tidak akan dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Berapa besar modalnya? Berbeda-beda tergantung kebutuhan hidup dan kemampuan trading masing-masing orang. Cara menghitung kebutuhan minimal modal bisa dibaca di sini

 

2. Berapa lama Anda sudah trading sebelumnya?

Berapa banyak pengalaman trading menjadi kunci penting di sini. Kebanyakan orang yang ingin menjadi full time trader saham biasanya karena sebelumnya mendapatkan untung besar saat pasar saham bullish. Padahal, pasar keuangan bergerak naik turun, ada saatnya bullish, bearish, bahkan saat bearish pun bisa saat koreksi biasa, resesi atau depresi. Kebanyakan trader pemula belum mengalami siklus yang lengkap. Trader saham yang hanya pernah mengalami periode bullish, saat memutuskan menjadi full time trader, tinggal nunggu ambyar semua rencananya saat market bearish

 

3. Apakah Anda bersedia hidup penuh ketidakpastian dan risiko?

Ini pertanyaan penting terutama bagi Anda yang sebelumnya adalah karyawan. Menjadi karyawan poin utamanya adalah kepastian. Anda mendapatkan gaji tiap bulan. Tapi menjadi trader full time adalah kebalikannya, penuh ketidakpastian. Walaupun skill trading sangat hebat, seorang trader akan mengalami masa dimana tidak mendapatkan profit atau rugi, bisa berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan bisa berbulan-bulan, bahkan ada yang sampai bertahun-tahun. Hal ini lumrah terjadi. Tidak semua orang bisa berhadapan dengan kondisi seperti ini.

 

4. Apakah Anda sudah memiliki dasar Personal Finance yang kuat?

Ini pertanyaan penting terutama bagi Anda yang sudah berkeluarga. Dengan penghasilan sebagai trader yang tidak menentu, maka mutlak diperlukan ketrampilan mengatur keuangan pribadi dan keluarga. Bagaimana Anda memahami kondisi keuangan, mengatur cicilan hutang, mengatur cash flow dan sebagainya akan sangat mempengaruhi kelangsungan karir sebagai full time trader. Sebagai contoh, jika tidak menangani keuangan keluarga dengan baik saat bulan-bulan paceklik tanpa profit atau rugi terus, maka berpotensi ada cekcok di dalam keluarga. Anda tidak mau kan, sebagai full time trader ambyar ditambah keluarga ambyar. Tanpa dasar Personal Finance yang kuat, umumnya akan pendek perjalanan karirnya sebagai trader full time.

 

5. Apakah Anda bersedia menjalani gaya hidup full time trader?

Sebagai full time trader, biasanya Anda sendirian hampir sepanjang waktu, terpaku pada layar HP atau komputer tanpa banyak interaksi sosial. Teman-teman lain kerja kantor. Mungkin Anda akan bilang ada banyak grup trader jadi tidak kesepian. Tapi ikut grup semacam itu biasanya useless, terlalu banyak noise tidak bermutu dan malah merusak kualitas trading Anda. Anda akan trading lebih baik, jika melakukannya sendiri. Saya sering menyebut full time trader sebagai Lone Trader atau Lone Wolf. Selain itu, hidup sebagai full time trader juga memiliki potensi stres, karena faktor ketidak pastian, dan kejenuhan. Itulah kenyataannya. Kalau cuma sebentar sih mendingan, tapi jika menjadi full time trader, Anda akan mengalami gaya hidup ini sepanjang hidup. Kebanyakan orang tidak punya "stamina" untuk meneruskan menjadi full time trader dalam waktu lama. Jika Anda bertipe ekstrovert atau "sosial person" kemungkinan full time trader tidak terlalu cocok untuk Anda.

 

6. Apakah Anda bersedia bekerja dan belajar lebih keras daripada saat kerja kantor?

Apa motivasi Anda menjadi full time trader? Barangkali Anda berpikir bahwa menjadi trading itu cara cepat dan mudah untuk menjadi kaya sambil santai-santai? Apakah Anda kira cukup belajar pasang indikator lalu sim salabim jadi kaya? Jika Anda berpikir begitu, sebaiknya lupakan saja menjadi full time trader. Trading secara profesional artinya belajar lebih banyak dan lebih keras dibanding pekerjaan lain. Waktu eksekusi tradingnya sih sederhana, cuma klik-klik selesai. Tapi dibalik itu ada banyak proses belajar berbagai disiplin ilmu, analisa, disiplin, kontrol risiko dan mental, dan semuanya harus dilakukan terus menerus. Karena saat berhenti melakukannya, saat itulah Anda akan gagal sebagai full time trader

 

Kebanyakan orang yang ingin menjadi full time trader dan menjalani trading for living biasanya hanya melihat sisi enaknya, tapi lupa melihat bagian tidak enaknya. Saya menuliskan artikel ini, supaya Anda yang memilih karir sebagai full time trader juga siap menghadapi semua bagian tidak enak tersebut.

Setelah bisa menjawab semua pertanyaan di atas, kemungkinan Anda siap menjadi full time trader. Selanjutnya Anda bisa mempersiapkan semua hal yang diperlukan untuk menjalani trading for living

Semoga artikel ini menginspirasi

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com