Prospek Pasar Saham di Tahun 2018

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Investor dan trader saham di tahun 2017 tersenyum, karena di tahun tersebut pasar saham mencetak rekor penutupan di 6.355. Jadi sepanjang tahun 2017, IHSG berhasil naik hingga 19,9% seiring kokohnya kondisi ekonomi Indonesia. Selanjutnya kita memasuki tahun 2018. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana prospek pasar saham di tahun 2018. Tulisan ini akan membahas peluang dan tantangan yang akan dihadapi IHSG di tahun 2018

Prospek Pasar Saham Di Tahun 2018

Di tahun 2018, pasar saham berpotensi akan menghadapi lebih banyak tantangan yang lebih besar dibandingkan tahun 2017. Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa memberikan sentimen negatif pada pergerakan pasar saham di tahun 2018:

  1. Tahun politik. Terkait momentum menjelang Pilkada dan Pilpres. Kondisi poltik yang memanas bisa menjadi sentimen negatif bagi pergerakan pasar saham
  2. Kenaikan suku bunga Fed. Rencana Fed menaikkan suku bunga pada 2018, bukan tidak mungkin diikuti oleh BI. Apalagi kalau laju inflasi domestik juga meningkat. Suku bunga kredit yang naik akan menjadi beban keuangan bagi emiten. Kenaikan suku bunga Fed akan memberi tekanan juga pada Rupiah.
  3. Kondisi geopolitik. Kondisi geopolitik, terutama Korea Utara, hubungan AS-Rusia-China, masih perlu dicermati karena dampaknya cukup besar bagi stabilitas perekonomian global

 

Sementara itu beberapa kondisi yang bisa memberikan sentimen positif pada pasar saham adalah:

  1. Kondisi ekonomi Indonesia. Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1 persen sampai 5,5 persen pada 2018 mendatang
  2. Kondisi ekonomi global masih cukup baik. Ekonomi dunia masih berpotensi berkembang sebesar 3,6 persen atau tumbuh tipis dibandingkan tahun 2017. Kekuatan ekonomi dunia seperti AS dan China juga relatif stabil. Ekonomi masih berpotensi berkembang seiring program pajak dan berbagai proyek infrastruktur pemerintah Trump. Ekonomi China walau sedikit melambat, tapi masih relatif stabil. China mengerem ekonomi untuk mengatasi polusi.
  3. Membaiknya harga komoditas. Harga komoditas yang masih pulih, walau tidak sebanyak tahun lalu juga memberikan dampak positif bagi ekspor Indonesia
  4. Upgrade rating Indonesia. Pertumbuhan investasi akan meningkat lantaran Indonesia berhasil mengantongi rating layak investasi dari tiga lembaga pemeringkat, yaitu Fitch, Moody's, dan yang teranyar dari Standard and Poor's (S&P), sehingga aliran investasi asing meningkat. Terakhir, Fitch mengupgrade lagi rating Indonesia naik lebih tinggi dari sebelumnya.
  5. Tahun politik. Selain dampak negatif, tahun politik juga memiliki dampak positif. Saat tahun politik, baik Pilkada atau Pilpres biasanya ada banyak duit ekstra yang beredar di masyarakat. Dana-dana partai akan diputar terlebih dahulu untuk kemudian dibelanjakan.
  6. Harga BBM. Pemerintah cenderung tidak akan menaikan tarif listrik dan BBM subsidi sehingga daya beli masyarakat akan terdongkrak.
  7. Asian Games. Gelaran ajang olah raga se-Asia di Jakarta dan Palembang di bulan Agustus 2018 berpotensi meningkatkan belanja domestik.

 

Menurut saya, pasar saham masih berpotensi menguat di tahun 2018, setidaknya di paruh pertama 2018. Walaupun masih berpotensi naik, tapi kemungkinan kenaikannya tidak sebesar tahun 2017. Target IHSG sekitar 6.500-6.700.

Tapi di paruh kedua 2018, Anda harus lebih waspada. Di bulan Juni 2018 ada Pilkada dan Lebaran, kemungkinan pasar mulai slow down. Selanjutnya di kuartal keempat 2018 politik cenderung memanas untuk mempersiapkan masa kampanye Pilpres di tahun 2019.

Jadi saran saya, lebih hati-hati dalam melakukan trading dan investasi saham di tahun 2018, terutama di paruh kedua 2018

Butuh bimbingan untuk trading saham di tahun 2018?

Gunakan layanan rekomendasi saham dari JurusCUAN.com yang dikirimkan langsung ke email Anda. Anda akan mendapatkan sinyal beli dan jual saham, lengkap dengan level cut loss dan target harganya.

regards
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com