Orang Biasa Juga Bisa Sukses Berinvestasi Saham

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Banyak orang awam mengira bahwa hanya orang tertentu saja yang bisa sukses berinvestasi saham. Kebanyakan orang menganggap bahwa setidaknya seseorang harus memiliki dua syarat untuk bisa sukses berinvestasi saham. Yang pertama harus pintar. Saya sudah membantah hal ini dalam tulisan saya "IQ Tinggi Tidak Menjamin Sukses Berinvestasi Saham". Yang kedua harus kaya. Masyarakat menganggap seseorang harus memiliki banyak modal untuk bisa berhasil dalam investasi saham. Hal ini juga salah. Sama sekali tidak benar. Orang biasa dengan penghasilan pas-pasan juga bisa sukses berinvestasi saham dan menghasilkan kekayaan yang cukup besar dan bahkan jauh lebih besar dari pegawai kantoran. Tidak percaya? Simak kisah hidup dua orang ini: Curt Degerman dan Ronald Read.

Kebanyakan orang lain mungkin akan menceritakan kesuksesan berinvestasi di pasar modal dengan merujuk pada Warren Buffett, sang investor paling kaya sedunia. Banyak guru saham yang getol sekali menggunakan Warren Buffett sebagai contoh teladan sukses investasi saham. Tapi sebenarnya Warren Buffett bukan "orang biasa". Kalau kita membaca kisah Warren Buffett dengan seksama, maka kita akan lihat bahwa ia adalah anak dari anggota dewan, dan sejak kecil ia sudah mengenal saham karena keluarganya memiliki usaha broker saham. Kemudian sebelum bekerja, pada usia 20 tahun ia sudah memiliki tabungan senilai $9800 (senilai $96.000 pada tahun 2014). Jumlah yang cukup besar untuk ukuran saat itu. Karena itu saya sebut Warren Buffett bukan "orang biasa" yang sukses dalam investasi saham.

Nah, mari kita berkenalan dengan Curt Degerman dan Ronald Read.

 

CURT DEGERMAN

Curt Degerman boleh dibilang investor saham yang cukup sukses. Dari pasar saham, ia berhasil mengumpulkan uang hingga 1,4 juta USD atau setara Rp 12,6 miliar rupiah. Anda mungkin berkata: Cuma segitu? Memang sangat tidak spektakuler seperti kekayaan Warren Buffett yang juga didapat dari pasar saham yaitu senilai 62 miliar USD atau Rp 558 triliun (data tahun 2008). Di tahun tersebut ia menjadi orang terkaya di dunia. Tetapi lihat dulu latar belakang Curt Degerman. Ia bukan siapa-siapa. Apa pekerjaannya? Pemulung. Ya, Anda tidak salah dengar. Lebih tepatnya pemulung kaleng dan barang bekas.

Ketika ia meninggal pada 2008 pada usia 60, karena serangan jantung, kebanyakan orang berpikir Curt hanya meninggalkan sedikit kekayaan. Menurut stasiun berita, ketika tiba saatnya untuk memilah-milah kekayaan Curt itu, ditemukan bahwa ia telah mengumpulkan portofolio saham yang nilainya cukup besar. Curt juga diketahui memiliki 124 batang emas. Ditambah dengan rumah yang ditinggali, jumlah kekayaan pemulung ini mencapai 1,4 juta dolar. Ia meninggalkan semua kekayaannya itu pada sepupu yang cukup baik untuk mengunjunginya sesekali di tahun-tahun terakhir sebelum kematiannya. Sayangnya, setelah Curt meninggal karena serangan jantung dan kekayaan rahasianya terungkap, keluarga besarnya memperebutkan kekayaan itu. Meskipun ia meninggalkan seluruh hartanya untuk sang sepupu, pamannya membawa masalah itu ke pengadilan dan menyatakan uang itu haknya. Akhirnya kasus tersebut diselesaikan di luar jalur pengadilan.

Curt Degerman

Kisah Curt Degerman bisa dibaca di sini

 

RONALD READ

Kalau Curt Degerman adalah seorang pemulung, sekarang mari kita temui Ronald Read. Apa pekerjaannya? Seorang janitor (pembersih). Walaupun hanya seorang janitor, tapi Ronald Read memiliki kekayaan sejumlah $8 juta (senilai Rp 100 miliar). Sehari-hari ia bekerja sebagai petugas kebersihan dan pegawai di stasiun pengisian bahan bakar. Kekayaannya baru terungkap pada Juni 2014 ketika ia meninggal pada usia 92.

Read pernah menjadi tentara dalam Perang Dunia II. Setelah itu, ia kembali ke Brattleboro, Vermont dan bekerja di SPBU selama 25 tahun sebelum menikah dengan wanita yang dikenalnya di sana. Lalu, ia menjadi petugas kebersihan selama 17 tahun di pusat perbelanjaan JC Penney. Di sela-sela pekerjaannya sebagai petugas kebersihan, Read juga merupakan seoarang investor saham andal. Ia kerap terlihat membaca Wall Street Journal.

Read memiliki perilaku hidup yang hemat. Ia mengendarai mobil bekas dan selalu memarkir sangat jauh, jadi tidak perlu membayar parkir meter.

Di akhir hayatnya, Read mewariskan US$ 6 juta untuk perpustakaan dan rumah sakit lokal. Tepatnya, US$ 4,8 juta untuk RS Brattleboro dan US$ 1,2 juta untuk perpustakaan Brooks Memorial.

Ronald Read

Kisah Ronald Read bisa dibaca di sini

 


Berkaca dari pengalaman Curt Degerman dan Ronald Read, tidak ada yang tidak mungkin terjadi. Saya yakin kondisi Anda lebih baik dari mereka. Kalau Curt dan Read dengan segala keterbatasannya saja bisa, kenapa kita yang hidup lebih nyaman dan memiliki lebih banyak sumber daya tidak bisa?

Keterbatasan uang bukan halangan di dalam investasi saham. Sekarang kita sudah bisa membuka rekening saham dengan setoran cukup terjangkau. Justru, investasi di pasar saham akan membantu kita untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik.

Sukses investasi saham bukan soal BISA ATAU TIDAK. Setiap orang bisa sukses berinvestasi saham, pertanyaannya adalah Anda MAU ATAU TIDAK. Mau memulai, belajar, dan tekun berinvestasi saham.

Curt Degerman dan Ronald Read dengan segala keterbatasannya sudah berhasil dalam berinvestasi saham. Sekarang giliran Anda.

Sukses Investasi Saham

Semoga menginspirasi

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com