Siklus Emosi Dalam Investasi Saham

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Setiap orang normal tentu memiliki emosi. Hal ini berlaku juga untuk semua investor saham. Dalam berinvestasi, kita mengalami perubahan emosi dalam menghadapi fluktuasi harga saham, dan juga saat mengambil keputusan membeli atau menjual saham. Menurut penelitian, investor saham mengalami siklus emosi dalam kegiatannya berinvestasi saham, berkaitan dengan perubahan naik turunnya harga saham. Ada sejumlah 14 emosi dalam siklus tersebut.

Siklus Emosi Investasi Saham

Emosi-emosi yang muncul saat berinvestasi saham tersebut antara lain:

  • Optimism (optimisme)
  • Excitement (kegembiraan)
  • Thrill (sensasi)
  • Euphoria (eforia, kegembiraan yang meluap)
  • Anxiety (kegelisahan)
  • Denial (penolakan)
  • Fear (takut)
  • Desperation (putus asa)
  • Panic (panik)
  • Capitulation (kapitulasi, menyerah, pasrah)
  • Despondency (kesedihan)
  • Depression (depresi, sedih yang mendalam hingga stres)
  • Hope (harapan)
  • Relief (kelegaan)
  • kembali lagi ke Optimism

Beberapa emosi bisa menghambat kemampuan kita untuk berinvestasi dengan baik dan melakukan kesalahan dalam keputusan investasi kita. Bahkan salah satu cara yang paling pasti untuk menghabiskan modal dalam berinvestasi saham adalah mengandalkan emosi untuk investasi. Tetapi investor yang disiplin dalam aturan investasi mereka dapat mengatasi perangkap emosi-emosi tersebut.

If you can’t manage your emotions, you can’t invest in stock market

Semoga artikel ini bermanfaat

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com