Berapa Uang Yang Harus Disisihkan Tiap Bulannya Untuk Investasi Saham?

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Kita perlu menyisihkan sebagian uang untuk ditempatkan di instrumen investasi. Karena investasi di jaman sekarang, bukan lagi kebutuhan tapi juga keharusan. Bisa di investasi properti, emas, atau saham. Fungsinya untuk mempersiapkan masa depan finansial yang lebih baik. Namun yang menjadi pertanyaan banyak calon investor adalah: Berapa idealnya besaran dana yang harus disisihkan setiap bulannya untuk investasi?

Cara ini paling sederhana adalah menentukan kita mau menyisihkan berapa persen dari penghasilan untuk investasi. Para ahli menyarankan sekitar 20-30% dari jumlah uang yang kita miliki untuk diinvestasikan di instrumen investasi jangka panjang seperti saham.

Seorang miliarder Hong Kong, Li Ka-Shing, berbagi tentang bagaimana mengelola uang dengan bijak menurut versinya. Ia menguraikan tentang cara pengelolaan uang yang sangat mudah.

No matter how much you earn, always remember to divide it into five parts proportionately. Always make yourself useful. – Li Ka-Shing

Tidak peduli seberapa banyak uang yang kamu dapatkan, selalu ingat untuk membagi uangmu ke dalam 5 bagian yang proporsional. Selalu membuat dirimu berguna. – Li Ka-Shing

Masing-masing uang yang dibagi memiliki peruntukannnya sendiri. Salah satu dari 1/5 bagian itu diinvestasikan.

Li Ka Shing

Saya sendiri tidak membuat batasan berapa persen seperti di atas. Saya tidak terlalu banyak membuat perhitungan yang terlalu njlimet soal berapa persen uang yang harus disisihkan dari penghasilan setiap bulannya untuk investasi. Lagipula penghasilan saya juga tidak tetap, maklum trader full time. Saya lebih cenderung memasukkan uang SEMAKSIMAL MUNGKIN ke dalam pasar saham. Yang penting uang tersebut adalah uang dingin atau idle money (dana menganggur) .

Uang dingin atau idle money yang dimaksud adalah uang yang tidak dimaksudkan untuk keperluan tertentu atau mendesak. Artinya di luar dana kebutuhan sehari-hari, asuransi, dana darurat, uang pendidikan anak, uang cicilan rumah, dan lain sebagainya. Tujuannya adalah supaya kita tetap tenang berinvestasi dan idak terlalu khawatir apabila misalnya hasil investasi sedang kurang terlalu baik.

Apakah Anda menggunakan cara berapa persen dari penghasilan atau cara lainnya, tidaklah terlalu penting. Yang penting, Anda memulai berinvestasi sejak dini dan tidak menunda investasi saham. Semoga tulisan ini memberi inspirasi.

Mau berinvestasi saham? Jangan tunda lagi. Info tentang cara berinvestasi saham di sini

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com