Investasi Adalah Kebutuhan Dan Keharusan

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Di pasar saham, jumlah investor ritel atau investor individu cuma secuil dibandingkan dengan seluruh jumlah penduduk. Menurut data, di tahun 2013 jumlah investor individu yang masuk ke pasar saham hanya 400 ribu orang. Berarti ini cuma 0,16% dari 241 juta penduduk. Angka ini masih terlalu minim jika dibandingkan dengan India, misalnya, yang sudah mencapai 50 juta investor ritel. Mengapa demikian kecil? Salah satu penyebabnya adalah masyarakat kita tidak akrab dengan investasi, sehingga tidak merasakan bahwa investasi adalah keharusan dan kebutuhan.

Masyarakat kita lebih akrab dengan tabungan atau deposito. Padahal jika kita menempatkan uang di deposito, hasilnya tidak akan sebanding dengan kenaikan berbagai kebutuhan hidup di masa depan. Setiap orang akan melalui tahap siklus hidup yang sama. Mulai dari lahir, sekolah, kuliah, bekerja, berumah tangga, memiliki anak, menyekolahkan anak, dan pensiun. Semua tahap tersebut tentu memerlukan uang yang tidak sedikit. Misalnya saja, sekarang Anda adalah fresh graduate yang baru mulai bekerja, maka Anda perlu mempersiapkan berbagai dana untuk kebutuhan masa depan seperti:

Kebutuhan Masa Depan

  1. Perlu kendaraan. Di tengah transportasi massal yang kurang nyaman dan aman seperti sekarang, kebutuhan akan mobil pribadi sangat diperlukan
  2. Tentu Anda memerlukan tempat tinggal. Rumah impian untuk keluarga baru Anda nanti
  3. Jika Anda masih lajang - baik pria atau wanita - Anda juga perlu mempersiapkan dana untuk hari besar Anda, yaitu pernikahan. Apalagi jika Anda membiayai sendiri biaya pernikahan Anda dan bulan madunya.
  4. Apakah Anda ingin memiliki buah hati? Bersiaplah untuk membayar biaya hidup anak. Salah satu pengeluaran terbesar dalam keluarga adalah biaya hidup anak.
  5. Anda juga harus bersiap membayar biaya pendidikan anak Anda. Mulai dari Pre-School, TK, SD, SMP, SMU, kuliah S1, dan mungkin S2. Dan berapa buah hati Anda? Satu, dua, tiga atau lebih?
  6. Besar kemungkinan Anda juga perlu biaya untuk menikahkan anak.
  7. Setelah anak dewasa, Anda perlu biaya hidup saat pensiun. Dengan kemajuan di bidang kedokteran, harapan hidup menjadi lebih lama. Berarti Anda membutuhkan biaya hidup cukup besar setelah pensiun. Katakan Anda pensiun umur 55 tahun, kemudian Anda masih hidup sampai usia 70 tahun, Anda masih memerlukan biaya hidup selama 15 tahun. Cukupkah uang pensiun Anda untuk hidup nyaman di hari tua Anda? Biasanya ini bukan persoalan di negara berkekerabatan tinggi seperti Indonesia, dimana orang tua menjadi tanggungan anak di masa tuanya. Tetapi bayangkanlah kondisi perekonomian saat anak Anda saat dewasa. Kehidupan anak Anda di masa mendatang tentu lebih sulit daripada masa sekarang. Tentunya Anda tidak ingin menjadi beban bagi mereka. Semakin lama Anda hidup semakin banyak uang yang Anda butuhkan. Selain itu Anda tentunya ingin pensiun dengan nyaman - retire in style - seperti yang didambakan orang-orang. Bayangkan jika Anda pensiun nanti, seberapa nyaman Anda bisa menikmati sisa hidup.
  8. Jika Anda sakit-sakitan di masa tua, siap-siaplah mengeluarkan biaya besar. Di Indonesia, penyakit degeneratif seperti penyakit kanker, kardiovaskuler, diabetes dan stroke semakin meningkat dipacu oleh perubahan gaya hidup akibat modernisasi. Perawatan dan penyembuhan penyakit degeneratif ini dijamin bisa menguras dompet Anda.

Lebih tidak mengenakkan lagi adalah laju kenaikan kebutuhan hidup tersebut sangat besar. Berdasar data, inflasi kebutuhan hidup rata-rata adalah 7% per tahun. Biaya kesehatan naik lebih tinggi kira-kira 14% per tahun. Sedangkan biaya pendidikan naik sampai 20% per tahun!

Semua kebutuhan hidup tersebut tanpa disadari akan menjadi BENCANA di masa depan bagi kehidupan finansial Anda jika tidak dipersiapkan dengan baik sejak dini. Jika hanya mengandalkan gaji sebagai karyawan, kemungkinan tidak akan cukup. Sehingga Anda harus mencari solusi lain. Cara untuk mempersiapkan diri pada kebutuhan-kebutuhan di masa depan adalah dengan melakukan investasi. Ke mana investasinya? Yaitu berinvestasi di instrumen yang bisa mengalahkan inflasi. Contohnya emas dan saham. Jika melihat perbandingan antara imbal hasil saham yang mengalahkan emas, maka sangat disarankan untuk berinvestasi saham sejak dini. Caranya? Untuk memulai investasi saham baca di sini. Anda juga bisa langsung berinvestasi dengan membuka rekening saham di sini.

Semoga artikel ini berguna

regards
DW
http://www.juruscuan.com