Investasi Atau Trading?

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Banyak orang tidak bisa membedakan antara konsep investasi dan trading. Padahal ada perbedaan mendasar antara investasi dan trading. Saya memberikan layanan rekomendasi saham, di dalamnya terdapat rekomendasi untuk trading dan juga rekomendasi untuk investasi. Yang menjadi pertanyaan banyak member adalah, bagaimana mungkin saham yang sama di rekomendasi yang trading mengatakan "SELL", sedangkan di rekomendasi yang investasi disebutkan "BUY", atau sebaliknya. Tentu saja hal tersebut bisa terjadi, kalau kita memahami perbedaan antara investasi dan trading dengan benar.

Pendapat umum mengatakan bahwa investasi dan trading memiliki substansi yang sama. Pendapat ini ada juga benarnya. Investasi atau trading saham bukankah sama-sama membeli saham kemudian menjualnya di harga lebih tinggi sehingga mendapatkan profit. Walaupun mirip tetapi ada perbedaannya. Untuk memudahkan memahaminya, mari mencermati pebisnis kambing.

Pebisnis A datang ke pasar kambing. Ia memilih kambing dengan cermat, mulai dari kesehatannya, bulunya, berat badannya, dan sebagainya. Ia akhirnya memilih kambing muda yang sehat. Ia melihat kambing yang ia piilih berpotensi bertambah besar di masa depan dan ia bisa menjualnya lagi dengan harga jauh lebih tinggi. Ia membayar dengan harga cukup mahal, tapi ia merasa tidak masalah karena ia membeli kambing yang berkualitas.. Dibawanya kambing ke rumah, dirawat dengan baik. Beberapa tahun kemudian ia kembali lagi ke pasar membawa kambingnya yang sudah lebih besar. Ia berhasil menjualnya dengan harga sangat tinggi.

Pebisnis B juga datang ke pasar kambing. Sebelum memilih ia berkeliling ke pasar. Ia bertanya-tanya kalau ada yang berminat membeli kambing. Ia melihat kalau ada peminat kambing cukup banyak. Kemudian ia membeli kambing. Ia tidak terlalu memperhatikan kondisi kambing, yang penting punya kambing. Sesaat setelah membeli kambing, ia lalu menawarkan kambingnya di pasar. Setelah kambingnya laku ia kembali lagi membeli kambing dan menjualnya lagi, begitu seterusnya. Kalau ia melihat sudah tidak ada peminat kambing, ia berhenti berjualan kambing.

Walaupun sama-sama berjualan kambing, cara yang dilakukan pebisnis A dan B berbeda. Pebisnis A melakukan INVESTASI. Sedangkan Pebisnis B melakukan TRADING.

Dari analogi berjualan kambing, dapat disimpulkan, INVESTASI di pasar saham adalah kegiatan membeli saham, untuk disimpan dan dijual kembali di masa depan. Biasanya saham disimpan untuk jangka waktu cukup lama, bisa berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Jadi prinsipnya adalah BUY AND HOLD. Strateginya adalah MEMBELI SAHAM PERUSAHAAN YANG SEHAT, BERFUNDAMENTAL BAIK. Investor TIDAK TERLALU PEDULI PADA FLUKTUASI HARGA. Yang penting selama perusahaan tersebut masih berkinerja baik ia masih menyimpan sahamnya. Ia baru menjualnya saat kinerjanya sudah mulai menunjukkan kemunduran, atau butuh uang hehehe.Karena itu investor menggunakan ANALISIS FUNDAMENTAL untuk mengetahui mana perusahaan yang berkinerja baik.

Sedangkan TRADING di pasar saham adalah kegiatan membeli saham, untuk dijual kembali dalam waktu tidak terlalu lama. Biasanya saham dijual segera, paling lama dalam hitungan bulan, untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. Jadi prinsipnya adalah BUY AND SELL. Strateginya adalah MEMBELI SAHAM PERUSAHAAN YANG HARGANYA BERPOTENSI NAIK DALAM WAKTU DEKAT. Jadi fokusnya adalah HARGA SAHAM (PRICE ACTION). Kesehatan perusahaan walaupun kadang juga diperhatikan, tetapi biasanya bukan patokan utama. Karena itu trader lebih banyak menggunakan ANALISIS TEKNIKAL untuk mengetahui pergerakan harga saham.

  INVESTASI TRADING
Prinsip BUY AND HOLD BUY AND SELL
Strategi Membeli saham perusahaan berfundamental baik Membeli saham perusahaan yang harganya berpotensi naik dalam waktu dekat
Timeframe Jangka panjang Jangka pendek
Fokus Kesehatan perusahaan Harga saham (Price Action)
Analisis Analisis Fundamental Analisis Teknikal

 

Sebaiknya kita memutuskan apakah kita akan menjadi trader atau investor. Jika kita tidak mengetahui dengan jelas apakah kita seorang investor atau seorang trader, maka kita bisa mendapatkan kesulitan di pasar saham. Misalnya begini kita mengaku sebagai investor tetapi portfolio kita berisi saham-saham yang fundamentalnya tidak jelas, saham-saham gorengan dan sebagainya. Setiap kali melihat fluktuasi harga lalu panik. Atau sebaliknya kita mengaku sebagai trader, tetapi tidak memiliki rencana trading yang jelas, hanya ikut-ikutan rumor, atau tidak mau cut loss saat trend harga saham berbalik turun.

Jika tidak mengetahui seperti apa sebenarnya diri Anda, apakah investor atau trader, maka Anda tidak akan punya strategi yang jelas. Bersiap-siaplah untuk dilibas oleh ganasnya bursa saham.

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com