Harga Saham Mencerminkan 3 Hal Penting, Apa Saja?

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Ada banyak sekali saham yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) dengan harganya masing-masing. Harga saham sangat bervariasi, mulai dari yang paling murah Rp 50 sampai ada yang puluhan ribu rupiah. Bahkan, sebelum delisting sukarela, saham AQUA berani melakukan tender offer hingga Rp 500 ribu per lembar saham. Mengapa ada saham yang harganya murah sekali dan ada yang mahal sekali? Harga saham sebenarnya mencerminkan 3 hal penting yang perlu diketahui setiap investor saham.

Harga Saham Mencerminkan 3 Hal Penting, Apa Saja?

1. KUALITAS (QUALITY)
Pernahkah Anda mendengar istilah "Ono rego, ono rupo" ? Istilah tersebut artinya "Ada harga, ada kualitas" yang berlaku kalau kita ingin membeli suatu produk. Harga tidak bisa menipu. Produk yang berkualitas biasanya harganya lebih mahal. Hal ini juga berlaku pada investasi saham. Perusahaan yang memiliki kualitas baik secara fundamental umumnya harga sahamnya secara nominal cenderung lebih tinggi. Saham yang disebut blue chip biasanya memiliki harga lebih premium. Investor saham bersedia membayar mahal pada saham perusahaan yang memiliki fundamental baik. Oleh sebab itu jarang ditemui harga saham blue chip yang murah, kecuali saat krisis ekonomi. Bila Anda melakukan Analisis Fundamental, jarang sekali menemukan saham blue chip yang memiliki PER (Price to Earning Ratio) atau PBV (Price to Book Value Ratio) sangat rendah. Kebalikannya, saham gorengan yang fundamentalnya tidak jelas, harga sahamnya pun murah meriah.

2. VOLATILITAS (VOLATILITY)
Semakin rendah nominal harga saham biasanya volatilitasnya makin tinggi. Volatilitas adalah rentang fluktuasi pergerakan harga saham sehari-hari. Saham yang berfundamental baik umumnya dimiliki oleh investor yang memegang sahamnya untuk jangka waktu yang sangat panjang. Investor institusi juga kebanyakan membeli saham blue chip untuk portofolionya. Karena itu saham blue chip yang harganya mahal cenderung tidak tinggi fluktuasi harganya. Mungkin Anda akan melihat pergerakan harganya lamban seperti siput. Berbeda dengan saham gorengan yang banyak dibeli spekulan. Fluktuasi harganya cenderung gila-gilaan, bila puluhan persen dalam sehari, sampai Auto Rejection. Nah, sekarang maklum kan, mengapa saham blue chip jarang mengalami Auto Rejection.

3. RISIKO (RISK)
Terkait dengan dua hal di atas, yaitu kualitas fundamental dan volatilitas, berujung pada faktor risiko. Umumnya saham blue chip yang berharga premium cenderung memiliki risiko lebih rendah. Biasanya pula return yang dihasilkan tidak spektakuler. Kebalikannya saham dari perusahaan berfundamental jelek dan volatilitas tinggi, seperti saham gorengan, akan memiliki risiko lebih tinggi. Tentu saja ini sepadan dengan return yang bisa sangat tinggi pula (High Risk High Return).

 

Bagaimana implikasinya pada investasi saham?

Kalau Anda ingin investasi saham yang berkualitas, risikonya lebih rendah, tidak banyak volatilitas disarankan memilih saham blue chip yang harganya lebih premium. Walaupun geraknya mungkin seperti siput, tapi dalam jangka panjang biasanya lebih stabil dan tetap menguntungkan hasilnya.

Kalau Anda ingin menghindari saham gorengan, gampang sekali caranya, cukup lihat harganya. Jangan beli saham murah meriah. Misalnya hindari membeli saham di bawah Rp 1000. Cara sederhana ini akan dengan cepat dan mudah memfilter sebagian besar saham gorengan. Info lebih lanjut baca artikel berikut: Jangan Membeli Saham Hanya Karena Harganya Murah dan Saham Busuk Dalam Portofolio Investasi

Semoga artikel ini menginspirasi

regards
DW
http://www.juruscuan.com