Warren Buffett Juga Melakukan Kesalahan Investasi Saham

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Warren Buffett secara luas dianggap sebagai salah satu investor yang paling sukses sepanjang masa. Namun, investor kelas dunia seperti Buffett pun membuat kesalahan. Ada beberapa kesalahan investasi yang dilakukan oleh Buffett, namun inilah empat di antaranya yang paling terkenal.

CONOCO PHILLIPS

Kesalahan: Membeli pada harga yang salah

Pada tahun 2008, Buffett membeli sejumlah besar saham ConocoPhillips, yang merupakan pemain energi masa depan. Namun, ini ternyata menjadi investasi yang buruk, karena Buffett membeli di harga terlalu tinggi, mengakibatkan kerugian multimiliar dolar untuk Berkshire.

Pelajaran yang bisa diambil:
Sangat mudah untuk terhanyut dalam eforia dan keyakinan yang terlalu besar. Semuanya hanya membuat Anda membeli di harga terlalu tinggi. Buffett mengatakan: "Ketika berinvestasi, pesimisme adalah teman Anda, euforia musuh."


U. S. AIR

Kesalahan: pertumbuhan pendapatan Membingungkan dengan bisnis yang sukses

Buffett membeli saham preferen di US Air pada tahun 1989 - tidak diragukan lagi karena tertarik oleh pertumbuhan pendapatan tinggi perusahaan tersebut sampai saat itu. Investasi dengan cepat berubah menjadi kerugian bagi Buffet. US Air tidak mencapai pendapatan yang cukup untuk membayar dividen jatuh tempo pada saham nya. Dengan keberuntungan di sisinya, Buffett kemudian bisa membuat saham ini memberikan keuntungan.

Pelajaran yang bisa diambil:
Seperti Buffet tunjukkan pada tahun 2007 di suratnya kepada pemegang saham Berkshire, kadang-kadang bisnis terlihat baik dalam hal pertumbuhan pendapatan, tetapi membutuhkan investasi modal yang besar. Contohnya pada perusahaan penerbangan, yang umumnya memerlukan pesawat tambahan untuk secara signifikan memperluas pendapatan. Masalahnya dengan model bisnis padat modal ini, pada saat mereka mencapai pertumbuhan pendapatan yang besar, mereka sudah sangat sarat dengan utang. Hal ini cuma sedikit sisa bagi pemegang saham, dan membuat perusahaan yang sangat rentan terhadap kebangkrutan jika penurunan bisnis.



Kesalahan: Investasi di perusahaan tanpa keunggulan kompetitif yang berkelanjutan

Pada tahun 1993, Buffett membeli sebuah perusahaan sepatu bernama Dexter Shoes. Investasi Buffett ini berubah menjadi bencana karena ia melihat keunggulan kompetitif di Dexter yang cepat menghilang. Buffett mengklaim bahwa investasi ini adalah terburuk yang pernah dibuat, mengakibatkan kerugian bagi pemegang saham sebesar $ 3,5 miliar.

Pelajaran yang bisa diambil:
Perusahaan hanya bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi ketika mereka memiliki semacam keunggulan kompetitif yang berkelanjutan lebih dari perusahaan lain di daerah bisnis mereka. Wal-mart memiliki harga yang sangat rendah. Honda kendaraan berkualitas tinggi. Selama perusahaan-perusahaan ini dapat memberikan hal-hal ini lebih baik dari orang lain, mereka dapat mempertahankan margin keuntungan yang tinggi. Jika tidak, keuntungan yang tinggi menarik banyak pesaing yang secara perlahan akan menggerogoti bisnis dan mengambil semua keuntungan.

 


BERKSHIRE HATHAWAY

Kesalahan: Membiarkan emosi menguasai keputusan investasi

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Oracle of Omaha mengakui bahwa transaksi terburuk di dalam karirnya adalah membeli Berkshire Hathaway. Kenapa bisa? Padahal Bershire selama ini menjadi kendaraan investasi Buffett. Mari kita baca kisah selengkapnya.

Pada tahun 1964, Buffett memiliki sedikit saham Berkshire. Buffett mengunjungi manajemen, yaitu Mr (Seabury) Stanton. Saat ini Mr. Stanton berniat melakukan penawaran tender offer pada saham yang dimiliki Buffett. Dan Buffett meminta harga $11 .50 untuk melepas sahamnya. Buffett kembali ke Omaha. Dan beberapa minggu kemudian, ia menerima surat penawaran tender dari Berkshire Hathaway. Ia melihat $11.38. Buffett marah besar. Lalu ia membeli saham Bershire sebanyak-banyaknya hingga berhasil memegang kendali perusahaan. Tindakan yang kemudian dilakukannya adalah memecat Mr Stanton. Hehehe bisa sewot juga Buffett.

Terlepas dari apa yang terjadi pada Bershire saat ini, Buffett membuat keputusan yang tidak masuk rasional saat itu, dalam membeli kendali dari sebuah perusahaan tekstil yang masih muda.

Pelajaran yang bisa diambil:
Cerita Buffett menggambarkan bahwa emosi dapat mempengaruhi investor dan menyebabkan mereka bereaksi di luar kebiasaan. Kesalahan terbesar dari seorang investor adalah membiarkan emosi menguasai dirinya.

 

Dari seluruh cerita di atas kita bisa mengetahui bahwa investor terbaik di dunia pun membuat kesalahan. Buffett pun tidak terlepas dari kesalahan. Membuat kesalahan, apalagi yang berhubungan dengan uang, memang selalu menyakitkan. Bahkan beberapa investor pun bisa membuat kesalahan fatal yang membuat mereka bangkrut. Semua investor, bahkan Warren Buffett, harus mengakui bahwa kesalahan selalu bisa terjadi sepanjang kita mengarungi dunia investasi. Tugas kita adalah belajar dari kesalahan dan membuat keputusan investasi yang lebih baik di masa yang akan datang.

disarikan dari berbagai sumber

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com